Saturday, May 18, 2013

SURAT YANG TIDAK PERNAH SAMPAI (Filosofi Kopi)


Kamu takut.
Kamu takut karena ingin jujur. 
Dan kejujuran menyudutkanmu untuk mengakui kamu mulai ragu.
Dialah bagian terbesar dalam hidupmu, tetapi kamu cemas.
 Kata “sejarah” mulai menggantung hati-hati di atas sana. 
Sejarah kalian..... 
Konsep itu menakutkan sekali.
Sejarah memiliki tampuk istimewa dalam hidup manusia, tetapi tidak lagi melekat utuh pada realitas. 
Sejarah seperti awan yang tampak padat berisi tetapi ketika disentuh menjadi embun yang rapuh.

Skenario perjalanan kalian mengharuskanmu untuk saling mensejarahkannya, merekamnya, lalu memainkannya ulang di kepalamu sebagai sang Kekasih Impian, sang Tujuan, sang Inspirasi bagi segala mahakarya yang termuntahkan ke dunia. Selama dalam setiap detik yang berjalan, kalian seperti musafir yang tersesat di padang. 
Berjalan dengan kompas masing-masing, tanpa ada usaha saling mencocokkan. Sesekali kalian bertemu, berusaha saling toleransi atas nama Cinta dan Perjuangan yang Tidak Boleh Sia-Sia. 
Kamu sudah membayar mahal untuk perjalanan ini. 
Kamu pertaruhkan segalanya demi apa yang kamu rasa benar. 
Dan mencintainya menjadi kebenaran tertinggimu.

=========================================














TENTANG ANGGUN

Sepertinya aku menemukan lagi siapa ‘orang’ yang akan kucintai dan kusayangi...
 Ketika kebahagiaannya menjadi afeksi pada kebahagiaanku juga, entah karena apa dan oleh siapa pun itu. 
Ketika dukanya turut menyayat; sejauh apapun aku mencoba untuk merasa tidak peduli tapi tetap itu mengiris walau bagian terkecil dari hatiku. 
 Ketika kebingungan yang melandanya memaksaku untuk turut mencari, ikut andil dalam proses penerangannya. 

 Ketika hadirnya seakan menyedot ruang berjalan dan yang tertinggal hanya sunyi; bahkan detak jantung sekalipun. 

Dan timbulnya ketakutan bahwa dia akan hilang padahal dia bukan merupakan bentukan yang telah lama aku genggam.  

Bagaimana bisa kita merasa kehilangan sesuatu yang tidak kita miliki? Seharusnya tidak bisa, ya?  


Itu lah mengapa ini berasa sangat ganjil. Bahkan perasaan ini pula yang turut merelakan kelepasannya di balik kontradiksinya yang juga ingin memiliki.

Duniaku jadi berlebihan. Kelebihan warna, kelebihan puisi, kelebihan kegamangan, tapi setidaknya itu yang membuatnya jadi imbang. 

Walaupun pengalaman ‘memiliki seorang anak perempuan’ bukan merupakan hal yang baru, tapi untuk merasakan ‘sensasi’ demikian lagi adalah total hal yang asing buatku, yang bahkan belum dikenali dengan baik oleh sistem imun tubuhku.  

Tuhan,,aku berterimakasih pada jeda yang Engkau berikan. Semuanya terasa lebih, berwarna.
Sebelum jeda ini ada, tak ada obrolan panjang yang sehangat ini.  

Bahkan kata sayang dan rindu yang semula tak pernah terucap, (mungkin) .
walau terpisah beratus kilometer, anehnya semua ini terasa lebih berharga 

Tak ada lagi rasa gengsi untuk mengucap rindu, semua yang semula hanya tersirat, bahkan mungkin membutuhkan keahlian khusus untuk menemukan luapan rasa itu, sekarang seluruhnya tersirat dengan jelas, sangat jelas. 

Bahkan yang sebelumnya aku memilih untuk menyimpan sendiri master plan-ku, sekarang aku mau membaginya dengannya walau dengan mata berkaca dan nafas tersengal. 

Kata orang, aku bermimpi terlalu tinggi bila dia akan menyayangiku seperti anak yang pernah melukaiku... 

Kamu tau Anggun...?
Jeda antara kita terhubung oleh pelangi, akan terasa berbeda setiap warnanya  


Namun justru perpaduan warna ini terasa lebih……… menyenangkan.  

Walau selama setahun mungkin kita hanya menghabiskan waktu kurang dari empat bulan untuk bersama, namun aku sangat menghargai jeda ini. Karena jeda ini, aku lebih menghargai waktu bersamamu.  

Dan di waktu yang singkat itu pun terasa lebih indah :)) 

Anggun Permata anakku...
Boleh aku menyimpanmu dalam toples kaca? Aku ingin menjagamu. 
Tidak ingin membuatmu terusik. Karena kamu mudah meredup di luar sana, 
dan kamu mudah meleleh. 
 

Karena kamu mudah luntur, dan kamu mudah terbakar. 
Karena kamu mudah terbang tanpa tau arahmu, dan kamu mudah jatuh.  

Karena kamu mudah tergores, dan kamu mudah pecah.
Karena kamu mudah hanyut, dan kamu mudah kotor. 
Karena kamu mudah sakit, dan kamu mudah hancur. 
Karena kamu mudah kelam, dan kamu mudah muram. 

Karena kamu terlalu rentan untuk lepas dan bebas. 
Dan aku tidak ingin bila suatu saat kamu kembali membawa ketidakutuhan diri atas kelalaianmu sendiri …
Jangan lagi kau meragukannya.. 

Kalau kau benar menghendakinya,,, 

aku kan ada untukmu sampai waktu ajalku tiba..




for my lovely daughter,,
Anggun Permata



Saturday, April 27, 2013

TENTANG ANGIN


Kupinjam  sekotak mimpi yang patah
mengambil beberapa,
tak ada yang bisa menutup  lubang dalam hatiku,
jadi kuselipkan beberapa hanya untuk hilangkan dari pandangan
dan dengan putus asa, ku biarkan sisanya tetap terbuka….


Kaki membawaku ke mana ku kan tertidur malam ini,
Disana aku duduk dan bersandar ke dinding,
bunyi hujan kurangkai jadi simfoni
mengalun di ruang konser yang terbengkalai,

Angin berhembus memanggil namamu
Atau mungkin hanya itulah yang ingin kudengar saat ini..
Bayanganmu muncul dan menipu ku, membuatku percaya…
bisa melihatmu  berdiri di sana.
Berdiri di sudut ruang,
hanya di sisi paling ujung dari penglihatanku,
tersenyum dan bertanya di manaku selama ini,

Tuhan tahu, aku akan memberitahumu  jika ku tahu,
Tapi kenangan ini sudah rusak…
Itu, dan segala sesuatu yang  pernah membuatku merasa utuh,

bencana  yang lengkap,
kehancuran yang sempurna….
tubuh  tanpa jiwa,
kadang berharap ku tak pernah menemukanmu,
saat mencari apa yang  kuinginkan dulu…

ada kerinduan untuk kembali padamu  satu kali lagi,
untuk menebus kesalahanku,

Lalu angin tampaknya memanggil namamu lagi,
Atau mungkin hanya itu saja yang ingin kudengar saat ini..
Kembali bayangan itu muncul dan menipu ku,
membuatku percaya…
bisa melihatmu  berdiri di sana.


Aku kan terus berjalan terhuyung ke depan,
karena ku  jatuh ke belakang sekali lagi,
dan kucoba hilangkan mu dari diriku lagi cintaku,
walau hatiku kan terus mencarimu,
entahlah…..
Ku dengar angin berbisik namamu lagi,
sangat lembut…
————————————

KESALAHAN YANG SAMA




Ku pikir kamu ada dalam genggam

Ternyata kau pergi, meninggalkankuanku


Kubiarkan darah menetes di lenganku


Kucoba melihat dari kegelapan…
kesalahan yang sama adalah sebuah pukulan terakhir
Tadinya kupikir kau akan kembali
tapi kulihat kau tidak ada lagi…

Dan semua yang aku lihat sekarang hanyalah batu hitam
kenangan yang dingin
kehilangan nafas terakhir…
dari ketiadaan untuk dinyatakan
membisikkan suara-suara merdu kematian
merenungkan segalanya  yang telah hilang,

kulihat sisa-sisa yang kumiliki
hatiku hancur
melihatmu saja ,,, hatiku sakit

Aku merindukanmu
Aku mencintaimu
Aku membutuhkanmu
Aku ingin kau
tapi kau tidak di sini
tidak lagi

Udara menipis
Kau menutup pintu terakhir
Memudar dalam kabut
memudar saat kau  pergi

Aku lihat pergelangan tanganku
Kubiarkan aliran darahnya

Aku paham kesalahan  ini
terulangnya  luka
hati pun tak bisa bicara lagi
sehingga jalan berakhir disini,

semua akan berakhir di tanah
kamu memudar
kamu menghilang
dan air mata jatuh di wajahku
——————-

Monday, April 22, 2013

SELAMAT ULANG TAHUN ELANG KU...23042013


Elang ku..
pernahkah kau merasa sendirian?bahkan saat semua orang ada di sekitarmu?
tetap merasa sendiri..
diantara  begitu banyaknya senyum dan tawa yang kau tebar pada dunia?

Sama rasanya seperti saat kau ingin berjalan kaki
tapi kakimu terjebak di tanah,,tak bisa digerakkan.. membatu..
Pernahkah kau ingin berteriak begitu keras?Tetapi bahkan ketika berteriak ,tak ada suara yang terdengar?


Saat kesedihan pun menjadi teman terbaik ..
walau senyum  manis tetap menggantung di wajah..
rasanya seperti akhir  bukan..?
seperti mati…. Elangku,
seperti MATI…!!!!!
Rasa dingin yang menusuk tajam itu datang tanpa adanya hembusan angin ..
Juga untuk semua arah jalan yang cenderung salah,
seperti yang dunia katakan padaku….
Itu  semua yang terasa….
Begitu banyak ingin dikatakan ,,,
t
api kebebasan itu tak ada lagi.
Yang ada sekarang, hanya berjalan terus…
atau berbalik… ,
tinggalkan… dan lupakan semua..



Pada akhirnya,
Hati kosong ini terisi penuh dengan kebekuan..
sangat dingin dan beku untuk mampu meredam sakitnya…Juga untuk menelan semua teriakan dan amarah…
Aku terpaksa memilih berjalan terus…
menahan lara , menikam kalbu..
Walau kini langit terlihat gelap…aku kan selalu tersenyum….Sembunyikan…
kubur  dalam-dalam sakit dan luka itu,
pada dunia..
selamanya…
Aku akan sendiri, Elangku..
diantara seluruh keramaian dan warna-warni kehidupan..
Menutup hati sampai membatu..
Lalu terus berjalan di sisa waktu..


selamat ulang tahun Elang ku..
terbanglah dengan gagah…
kepakkan sayapmu…
jangan biarkan dunia mengambil bahagiamu,,,
seperti saat semua diambil dariku..
dan  jangan biarkan gelap menutup jalanmu




pintaku kali ini ,,,
bila malam datang dengan dingin dan angkuh…
datanglah lagi dalam mimpiku…
kita kan bertemu …
bersama membelai sepi…
tanpa airmata…
tanpa dendam…..
karena aku tau..
saat itulah kau kan menggenggamku … menuntunku …


Sementara, aku menangis satu air mata…..


—just for Y.Brilliant.. somewhere in this universe—







Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites